PALU — Program “Berani Sehat” yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadapi persoalan baru. Kali ini, keluhan datang dari tenaga kesehatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Undata, Kota Palu.
Sejumlah tenaga kesehatan mengeluhkan besaran jasa pelayanan yang mereka terima dinilai belum sesuai dengan perhitungan jasa yang semestinya.
Salah seorang tenaga kesehatan yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, persoalan tersebut muncul setelah diterapkannya simulasi perhitungan jasa dengan skema terbaru.
“Jumlah besaran jasa saat dilakukan simulasi dengan perhitungan terbaru tidak sesuai,” ujarnya kepada Dailysulteng.
Menurutnya, besaran jasa pelayanan yang diterima tenaga kesehatan dihitung berdasarkan sejumlah komponen. Di antaranya jumlah tindakan yang dilakukan oleh masing-masing ruangan, tingkat pendidikan, serta masa kerja.
“Besaran jasa tergantung jumlah tindakan yang dilakukan ruangan, disesuaikan juga dengan tingkat pendidikan dan lama bekerja,” katanya.
Ia mengungkapkan, persoalan semakin menjadi perhatian karena pembayaran jasa yang sebelumnya dilakukan setiap bulan kini mengalami keterlambatan.
“Jasa sebelumnya kami dibayarkan sebulan sekali. Tetapi sejak perhitungan baru, jasa yang dibayarkan baru bulan April, itupun belum full, masih 70 persen,” keluhnya.
Kondisi tersebut membuat keresahan di kalangan perawat dan bidan. Bahkan, sejumlah tenaga kesehatan disebut mendatangi kantor Gubernur Sulawesi Tengah untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka.
“Saat ini perawat dan bidan ramai-ramai pergi ke Gubernur. Tadi ketemu dr Reni untuk menyampaikan aspirasi,” tuturnya.
Keluhan ini diharapkan segera mendapat penjelasan dan solusi dari pihak terkait, terutama mengenai mekanisme perhitungan jasa pelayanan serta kepastian pembayaran hak tenaga kesehatan.
Pasalnya, transparansi dalam perhitungan dan ketepatan pembayaran jasa dinilai penting agar program “Berani Sehat” tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai penerima layanan, tetapi juga memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan.

Bertahun tahun kami admin,dan saya sudah merasakan d pelayanan khususnya sentral opname.dinas pagi sore malam,dengan jasa d bayarkan paling besar 800ribu,paling sedikit d bawah 500ribu,tapi bertahun tahun kami diam saja,itupun ada teman SMA d bayarkan 300ribu perbulan,itupun kami pernah d istilahkan dengan seorang dokter sebagai tukang arloji,tidak bisa banyak protes,tapi kami syukuri semua itu.ialah org terbiasa jasanya besar kalau turun pasti terasa,kami admin ini banyak sedikit kami syukuri,kadang kami masih bisa nongkrong d cafe 😁baru kali ini kami merasakan jasa memanusiakan manusia