Donggala – Pemerintah Kabupaten Donggala terus bergerak cepat mewujudkan Program Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan Ekonomi Biru di sektor kelautan dan perikanan. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Donggala melalui berbagai program pemberdayaan nelayan dan masyarakat pesisir.
Upaya ini merupakan bagian dari penjabaran visi pembangunan Donggala Sejahtera, Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan, dengan fokus utama pada peningkatan kesejahteraan nelayan melalui penguatan kelembagaan serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Tangkap.
Sebagai bagian dari kerja akhir tahun, pada 29 Desember 2025, Bupati Donggala menyalurkan program pemberdayaan nelayan berupa bantuan perahu atau kapal nelayan berukuran 3–5 GT, alat tangkap hand line, alat keselamatan laut, serta alat pendeteksi ikan (fish finder digital). Bantuan tersebut disalurkan kepada kelompok nelayan di Kecamatan Banawa, Sindue Tombusabora, serta wilayah pesisir sekitarnya.
“Penguatan sektor kelautan dan perikanan adalah kunci pembangunan daerah pesisir. Nelayan harus didukung tidak hanya dengan semangat, tetapi juga dengan alat kerja yang memadai agar produktivitas dan keselamatan mereka meningkat,” ujar Bupati Donggala.
Selain menyasar nelayan tangkap, Pemerintah Kabupaten Donggala juga mendorong pemberdayaan kelompok ibu-ibu pengolah dan pemasar hasil perikanan. Dukungan diberikan dalam bentuk bantuan kemasan produk olahan perikanan serta fasilitasi sertifikasi halal, guna meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Pelayanan sektor perikanan di Kabupaten Donggala mencakup wilayah pesisir yang sangat luas, mulai dari Pesisir Surumana di Kecamatan Banawa Selatan hingga Pesisir Ogoamas di Kecamatan Sojol Utara. Dengan kondisi geografis tersebut, pelaksanaan program pemberdayaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran daerah.
Meski demikian, Bupati Donggala menegaskan komitmennya untuk memastikan pelayanan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan, serta kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan dapat diberikan secara optimal, merata, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat pesisir.
“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat pesisir tidak tertinggal. Program ini akan terus kami lanjutkan secara berkesinambungan demi masa depan Donggala yang berdaya saing dan berkelanjutan,” tegasnya.
